December 21, 2020

Internet of Things di Indonesia

Dengan pesat nya perkembangan teknologi, Internet of Things pun sudah mulai berkembang dan dapat dimanfaatkan untuk membantu berbagai kegiatan manusia di rumah, kantor, jalan, dan lainnya.

Secara masal, Indonesia memang belum siap untuk mengadaptasi Internet of Things, namun ada beberapa kota yang sudah siap secara infrastruktur untuk mengadopsi Internet of Things. Meskipun demikian, ada 2 syarat yang perlu dinilai apakah kota tersebut merupakan pasar yang cocok untuk pengembangan Internet of Things.

1. Transformasi Digital

Untuk dapat mengembangkan dan mengimplementasikan Internet of Things, perangkat digital menjadi alat yang sangat dibutuhkan karena sebagian besar interaksi antara perangkat Internet of Things dengan User pengguna terjadi dalam bentuk digital. Apa yang terjadi apabila User diberikan data dari perangkat Internet of Things tetapi User tersebut tidak bisa membaca informasi yang diberikan secara tepat. Tentu output yang dihasilkan juga tidak akan maksimal. Misalnya User diberikan data mengenai kelembaban tanah. Lalu, User diberikan tanggung jawab untuk membuat laporan yang informatif sebagai kebutuhan pengelolaan kebun yang baik. Namun, karena user tidak dapat mengolah data menjadi sesuatu yang informatif, bukannya mempercepat proses mengolah output dengan baik justru malah bisa mengulang proses analisis yang seharusnya didata secara bersamaan pada waktu yang sama. Maka dari itu, literasi digital sangat diperlukan dalam mengembangkan dan mengimplementasikan Internet of Things di Indonesia.

2. Smart City

Selain literasi digital, program Smart City di Indonesia juga dapat sebagai acuan apakah kota tersebut adalah pasar yang cocok untuk mengembangkan dan mengimplementasikan Internet of Things. Meskipun demikian, program Smart City tidak bisa menjadi patokan secara utuh bahwa setiap kota yang memiliki program Smart City menjadi otomatis cocok dalam pengembangan dan implementasi Internet of Things.

Perlu diketahui bahwa tidak semua kota sudah melakukan transformasi digital. Dan pula, tidak semua kota yang memiliki program Smart City sudah mencapai tahapan transformasi digital. Kota yang memiliki dua kriteria di atas dapat menjadi pasar yang baik untuk mengembangkan dan mengimplementasikan proyek Internet of Things.

Selain fokus pada kota-kota yang sudah melek digital. Bidang industri juga memiliki pasar yang besar untuk pengembangan dan implementasi Internet of Things. Memang, untuk skala Nasional, Indonesia masih jauh dikatakan siap untuk implementasi proyek Internet of Things ini. Namun, dengan mulai pada beberapa area yang sudah “matang” bukanlah langkah yang buruk, hal tersebut akan mempercepat pengembangan dan implementasi Internet of Things sehingga, proyek Internet of Things tidak berhenti.

Perusahaan Indonesia yang sudah Memulai Mengembangkan IoT

Produk berbasis Internet of Things mulai dipasarkan di pangsa pasar tanah air. Tren Internet of Things secara perlahan makin diminati oleh developer di Indonesia untuk mengusung berbagai jenis layanan. Mulai dari perusahaan (khususnya perusahaan Telco) hingga developer dari Universitas mulai merumuskan berbagai ide penerapan teknologi Internet of Things dalam berbagai kebutuhan. Beberapa produk bahkan saat ini sudah siap pakai dan diujikan.

Berikut ini adalah daftar inisiatif pengembangan produk Internet of Things di Indonesia yang mulai meramaikan pangsa pasar teknologi dan bisnis di Indonesia.

1. Hara (Industri Pertanian dan Pangan)

Perusahaan pengembang teknologi pertanian dan pangan ini mungkin akan menjadi tulang punggung dunia agrikultur di Indonesia. Hara merupakan perusahaan yang fokus pada digitalisasi dunia pertanian dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things.

Dengan teknologi yang canggih, para petani dapat melakukan pengelolaan pertanian dengan lebih mudah dan praktis. Mereka dapat menghitung volume pupuk yang akan digunakan dari balik layar smartphone. Dengan demikian, hasil pertanian akan lebih maksimal dan risiko gagal panen pun rendah.

Sistem kerjanya, Hara dapat memprediksi berapa hasil panen yang dapat dihasilkan, serta jenis pupuk yang paling efektif untuk petani. Input data melalui smartphone dan diolah via web-analytics.

Hara memiliki misi untuk mensejahterakan para petani di Indonesia dengan digitalisasi. More info, Anda bisa cek sendiri beberapa program mereka haratoken.ion

2. eFishery (Industri Akuakultur)

EFishery adalah perusahaan yang fokus pada pengembangan Internet of Things pada industri akuakultur. Salah satu produk Internet of Things mereka yaitu eFisheryFeeder for Fish, alat yang dapat memberi makan ikan secara otomatis.

Dengan mengatur penjadwalan dan alat berbasis Internet of Things ini akan memberi makan ikan kesayangan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hal ini tentu saja untuk memastikan gizi ikan terpenuhi dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan.Selain eFisherFeeder, perusahaan ini masih memiliki produk lain, yuk cek di efishery.com.

3. Qlue (Smart City)

Perusahaan teknologi yang didirikan pada tahun 2014 silam ini menorehkan sebuah prestasi membanggakan. Qlue adalah perusahaan yang bertanggung jawab merealisasikan konsep smart city pertama di Indonesia. Dengan banyaknya inovasi yang mereka ciptakan, tidak salah bila Qlue pun meraih banyak penghargaan.

Beberapa penghargaan yang diterima perusahaan ini, yaitu Global Smart City Contest dari World Smart City Organization in London, M-Government Service Award dari The World Government Summit in Dubai, dan lainnya. Sementara itu, notable projects dari Qlue, yaitu kotak sampah pintar dan pendeteksi polusi udara. Anda bisa melihat detail perusahaan dengan mengunjungi Qlue.co.id.

References :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *