December 16, 2020

Sejarah Perkembangan Virtual Reality

Virtual reality (VR) merupakan suatu teknologi yang mampu merekayasa sebuah dunia virtual menjadi terasa nyata bagi penggunanya. Pada abad ke-21 ini, teknologi VR semakin populer dan semakin banyak diterapkan untuk umum, seperti dunia game. Namun, bagaimanakah awal mula adanya VR? Berikut adalah sejarah dari VR.

Sensorama

Pada tahun 1956, seorang cinematographer bernama Morton Heilig membangun sebuah mesin yang disebut sensorama. Morton Heilig, yang bekerja pada dunia perfilman, ingin membuat sebuah film di mana penonton dapat merasakan seolah-olah berada dalam film tersebut. Hal ini dapat dicapai dengan menstimulasi berbagai macam indera penonton melalui fitur tampilan warna stereoskopis, kipas, pemancar bau, sistem suara stereo, dan kursi gerak. Film pendek yang tersedia pada sensorama ini berjudul, “MotorcycleBelly DancerHelicopterA Date with Sabrinadan I’m a Coca Cola Bottle!”

Telesphere Mask

Tidak berhenti pada Sensorama, Morton Heilig juga menciptakan Telesphere Mask pada tahun 1960. Alat inilah yang menjadi acuan pertama dari sebuah Head Mounted Display (HMD). HMD merupakan sebuah alat yang menyajikan tampilan visual, yang dapat dipakai pada kepala dan dapat berfungsi sebagai kacamata VR.

Walau pun sudah ada alat yang menerapkan konsep dari VR, namun istilah ‘Virtual Reality‘ baru diperkenalkan pada pertengahan 1980. Istilah ini dicetuskan oleh Jaron Lanier, founder dari VPL Research.

Pada rentang tahun 1970 sampai 1990, teknologi VR lebih diutamakan untuk dunia medis, simulasi penerbangan, desain industri mobil, dan pelatihan militer. Seperti contohnya, Thomas A. Furness II menciptakan sebuah simulasi virtual flight yang bernama Visually Coupled Airborne Systems Simulator (VCASS) pada tahun 1982. Simulator ini menyediakan sebuah helm pilot yang dapat menyajikan grafis beresolusi tinggi.

VR Arcade Games

Pada tahun 1991, The Virtuality Group meluncurkan berbagai arcade games yang menerapkan teknologi VR. Permainan ini menyediakan set kacamata VR dan juga Multiplayer Mode.

Virtual Boy

Berikutnya, Nintendo memperkenalkan Virtual Boy pada tahun 1995. Virtual Boy merupakan sebuah game konsol portable yang menyediakan HMD untuk menampilkan 3D Grafik. Sayangnya, game konsol ini tidak banyak diminati lantaran grafik game yang masih sangat terbatas, dengan hanya menyajikan warna merah dan hitam. Harganya yang tinggi, efek stereoskopik yang tidak mengesankan, kurangnya portabilitas, dan masalah kesehatan juga menjadi alasan utama kurang diminatinya game konsol ini. Melihat kecilnya peluang dari penerapan VR, tidak banyak perkembangan VR di dunia game pada masa ini.

Oculus Rift

Sampai pada tahun 2010, sebuah perusahan bernama Oculus VR meluncurkan Headset VR. Headset ini disebut Oculus Rift, didesain oleh Palmer Luckey. Oculus Rift memiliki kelebihan dimana pengguna dapat melihat keadaan lingkungan dalam jangkauan 90 dejarat yang sebelumnya tidak dapat dirasakan oleh pengguna pada masa itu. Bisa dibilang, Oculus Rift menjadi acaun prototipe dari sebuah headset VR modern. Selanjutnya, mulai banyak perusahaan yang mulai memproduksi alat berbasis VR, seperti Samsung Gear VR, Google Cardboard, Valve Index, dan lain-lain.

Sampai saat ini, teknologi VR masih terus dikembangkan dan dipopulerkan. Berbagai penambahan alat selain Headset, seperti VR Glove, walker, juga mulai ditambahkan. Sehingga, pengguna Vr kini dapat mengalami interaksi dengan dunia maya yang lebih nyata.

References:

  • https://binus.ac.id/bandung/2019/04/sejarah-virtual-reality-dalam-bidang-game/
  • https://socs.binus.ac.id/2018/11/29/virtual-reality/#:~:text=Secara%20umum%2C%20VR%20sudah%20dikembangkan,dengan%20mulai%20munculnya%20praktek%20fotografi.&text=Pertengahan%201980%20–%20Mulai%20digunakan%20istilah%20“virtual%20reality”.
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Realitas_virtual
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_Boy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *